Pemerintah Yakin Publikasi Indonesia Bisa Berjaya
Pemerintah Yakin Publikasi Indonesia Bisa Berjaya
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemeristedikti)
optimistis lima tahun ke depan publikasi perguruan tinggi Indonesia akan
benar-benar berjaya di ASEAN. Update terakhir, publikasi
internasional Indonesia yang terindeks Scopus per tanggal 22 Juni 2018
yaitu sebanyak 12.233 atau menempati posisi kedua setelah Malaysia.
Direktur
Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad
Dimyati mengklaim, selama ini dukungan pemerintah untuk meningkatkan
kualitas publikasi internasional juga sudah semakin baik. Misalnya,
pemerintah baru saja mengeluarkan Perpres 16/2018 Tentang Pengadaan
Barang dan Jasa Pemerintah, dengan memberi ruang khusus terhadap
penelitian yang bisa berbasis output, bisa multi years, multi sources
dan penugasan.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
"Jadi lebih praktis mekanismenya dan lebih berorientasi ke demand
driven dan sinergitas, termasuk dengan industri," kata Dimyati.
Selain
itu, lanjut Dimyati, pemerintah juga telah mengeluarkan Perpres 38/2018
Tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang lebih memfokuskan
riset-riset Indonesia ke depan. Sehingga, jelas dia, sumberdaya dan juga
anggaran yang sedikit tidak diecer-ecer lagi. Namun difokuskan pada
riset tertentu yang sinergik antar institusi riset.
"Dengan demikian tumpang tindih atau copy paste bisa dihindari. Dan kini kita telah punya roadmap riset sampai tahun 2045," ungkap dia.
Selain
itu, menurut Dimyati, beberapa program riset juga telah diperbarui
sehingga lebih mengarah pada kebutuhan bangsa. Selain itu riset juga di
desain agar bisa menjadi solusi atas masalah yang terjadi dalam
masyarakat maupun membantu industri.
Di sisi lain,
kata dia, banyak juga anggaran riset yg telah didesentralisasikan ke
perguruan tinggi. Umpamanya, kata dia, anggaran riset telah diberikan
kepada 11 perguruan tinggi dan 14 Kopertis/L2Dikti untuk beberapa skema
riset.
Merujuk pada data dari Subdit Fasilitasi
Publikasi Ilmiah Kemenristekdikti tahun 2018, per tanggal 22 Juni 2018
Publikasi Internasional Asean Scopus terbanyak masih diraih oleh
Malaysia dengan jumlah publikasi sebanyak 12.492. Lalu pada posisi
kedua, ditempati oleh Indonesia dengan jumlah publikasi sebanyak 12.233.
Adapun
posisi ketiga, ditempati oleh Singapura dengan jumlah publikasi
sebanyak 9.543. Kemudian posisi keempat diduduki oleh Thailand dengan
jumlah publikasi sebanyak 7.131. Posisi kelima ditempati oleh Vietnam
dengan jumlah publikasi sebanyak 3.860, dan posisi keenam ditempati oleh
Filipina dengan jumlah publikasi sebanyak 1.507.
Baca juga info : kursus bahasa
inggris

Comments
Post a Comment