Kampus Indonesia Belum Fokus pada World Class University
Kampus Indonesia Belum Fokus pada World Class University
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Budi
Djatmiko menyebut, selama ini perguruan tinggi di Indonesia belum fokus
pada world class university. Sehingga wajar jika dari hasil
pemeringkatan QS World University Rangking 2018, kampus Indonesia belum
menjadi kampus terbaik bahkan tidak masuk rangking lima besar di Asia
Tenggara.
Menurut dia, jika saja beberapa PTN selama ini di fokuskan pada world class university,
maka dipastikan bisa menembus rangking lima besar. Yang mana proses
akademiknya dikonsentrasikan pada enam indikator pemeringkatan tersebut.
"Jadi memang ke depan, PTN khususnya yang dibiaya negara harus lebih
fokus untuk memenuhi standar-standar penilaian QS World University
Rangking atau pun World Classical University."
Kendati
begitu, menurut Budi, keinginan untuk menempati rangking lima besar
bisa dipercepat. Salah satu caranya, yakni PTN harus dengan membatasi
jumlah mahasiswa.
Selain bisa fokus pada world class university, kata Budi, pembatasan mahasiswa juga akan berdampak baik bagi keberlangsungan perguruan tinggi swasta.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
"Tanggal
29 November 2017 lalu saya sudah meminta kepada Presiden Jokowi untuk
hal tersebut dan beliau setuju di depan menristekdikti dan 1.000
pimpinan PTS di Jakarta agar PTN mengurangi jumlah mahasiswa, lebih
fokus pada kualitas. Tetapi kenyataannya PTN terus menambah mahasiswa
sehingga tidak fokus pada kualitas ya efeknya sulit masuk rangking world class university," jelas Budi.
Sementara
itu, dia juga mengapresiasi, adanya perguruan tinggi swasta yaitu
universitas Bina Nusantara (Binus) yang masuk pada peringkat ke-46 di
Asia Tenggara. Hal tersebut menurut dia sangat luar biasa, karena Binus
sudah mampu menghasilkan sumber daya yang luar biasa hebat.
Sebelumnya,
Menurut QS World University Rangking 2018, National University of
Singapore berada di peringkat pertama di Asia Tenggara. Lalu peringkat
kedua masih dari Singapore yakni Nanyang Technological University (NTU).
Sedangkan peringkat ketiga diraih oleh University of Malaya.
Sedangkan
Indonesia, yang diwakili Universitas Indonesia (UI) berada diurutan
kesembilan. Lalu Institut Teknologi Bandung (ITB) peringatan ke-11 dan,
Universitas Gadjah Mada harus puas diperingkat ke-14 di Asia Tenggara.

Comments
Post a Comment